Sabtu, 11 Februari 2017

Media Pembelajaran Kimia

PRINSIP-PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


A. Mengurangi proses kognitif yang berlebihan dan tidak berhubungan dengan materi (extraneous)
1). Prinsip koherensi atau keterpaduan (coherence)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik jika materi yang tidak perlu (tidak ada hubungannya) tidak diikutkan. Bahkan menambahkan gambar dan kata yang menarik tetapi tidak relevan justru menimbulkan efek negatif terhadap pemahaman atas apa yang dijelaskan dalam pelajaran.
2). Prinsip sinyalisasi (signaling)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih baik jika lambang/tanda yang menyorot susunan materi esensial ditambahkan. Sinyalisasi mengurangi proses berlebihan (extraneous) dengan mengarahkan perhatian siswa kepada elemen-elemen kunci dalam pelajaran serta memandu menghubungkan antara elemen-elemen kunci tersebut.
3). Prinsip redundansi (redundancy)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik dari gambar dan narasi ketimbang dari gambar, narasi, serta teks tercetak. Orang memiliki daya transfer problem-solving yang kurang baik ketika mereka belajar dengan animasi, narasi, dan teks dibandingkan jika mereka belajar dengan animasi dan narasi saja. Alasannya adalah teks pada layar yang isinya sama dengan narasi cenderung mengurangi daya pemahaman siswa.
4). Prinsip kedekatan spasial (spatial contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang dapat belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan ketimbang berjauhan satu sama lain. Jika kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan, siswa tidak perlu menggunakan daya kognitifnya untuk mencari fokus pelajaran secara visual pada layar. Dengan demikian, sangat mungkin bagi siswa untuk dapat merangkai keduanya dalam memorinya pada satu waktu yang sama.
5). Prinsip kedekatan temporal (temporal contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar yang berkaitan disajikan secara bersamaan ketimbang disajikan berturut-turut. Ketika bagian yang berhubungan dari narasi dan animasi disajikan pada waktu yang sama, siswa sangat mungkin untuk membangun representasi mental keduanya di memori dalam waktu yang sama. Dengan demikian siswa sangat mungkin untuk mendapatkan hubungan mental antara representasi verbal dan visual.

B. Mengelola proses kognitif yang inti (essential)
 1). Prinsip segmentasi (segmenting)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik ketika pesan multimedia disajikan dalam segmen-segmen bertahap daripada dalam bentuk satu unit yang bersambung. Dalam melihat animasi bernarasi cepat yang menerangkan langkah-langkah suatu proses, sebagian orang mungkin belum benar-benar memahami salah satu langkah dari proses tersebut. Oleh karena itu, mereka mungkin tidak memiliki waktu untuk melihat hubungan kausal antara langkah satu dengan berikutnya.
2). Prinsip pra-belajar (pre-Ttraining)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih baik dari sebuah pesan multimedia jika mereka mengetahui nama dan ciri-ciri konsep utama. Dalam melihat sebuah animasi bernarasi yang cepat yang menjelaskan langkah-langkah suatu proses, siswa harus membangun secara mental bentuk kausal sebuah sistem (yakni model bagaimana sebuah sistem bekerja), begitu pula model-model komponen untuk setiap bagian dalam sistem tersebut. Pra-belajar dapat membantu mengelola dua hal ini untuk proses inti dengan mendistribusikan beberapa proses dalam sesi pra-belajar sebelum pelajaran utama.
3). Prinsip modalitas (modality)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik dari gambar dan kata-kata yang diucapkan daripada dari gambar dan kata-kata yang dicetak. Pada animasi dengan teks tertulis, baik gambar maupun tulisan memasuki sistem kognitif siswa melalui mata, mengakibatkan kelebihan beban pada saluran visual. Sedangkan pada versi animasi dengan narasi, kata-kata dicerna melalui saluran verbal, sehingga siswa dapat lebih memproses gambar pada saluran visual. Menurut teori kognitif pembelajaran multimedia, proses yang dibutuhkan untuk pembelajaran tidak dapat dilakukan sepenuhnya ketika saluran visual melebihi kapasitas (overload). Namun, Rias (2011) dalam penelitiannya terhadap 35 siswa tahun pertama sekolah lanjutan atas menemukan bahwa pada kondisi pengetahuan siswa sebelum belajar (prior-knowledge) tentang materi yang rendah, efek modalitas tidak signifikan mempengaruhi hasil belajar.

C. Mengembangkan proses generatif
Proses generatif adalah adalah proses kognitif yang ditujukan untuk membangun logika, meliputi pengorganisasi materi yang diterima ke dalam sebuah struktur pemahaman yang koheren dan mengintegrasikannya dengan pengetahuan sebelumnya. Prinsip-prinsip yang masuk dalam kelompok ini adalah prinsip multimedia, personalisasi, suara, dan gambar.
1). Prinsip multimedia
Secara sederhana, prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik dari kata dan gambar dibandingkan dengan dari kata saja. Jika kata dan gambar disajikan, pembelajar memiliki kesempatan untuk membangun model mental verbal dan visual serta dapat membangun hubungan antara keduanya.
2). Prinsip personalisasi (personalization)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih baik dari presentasi multimedia jika kata-kata disusun dalam gaya percakapan ketimbang dengan gaya formal. Dua teknik utama untuk membuat gaya percakapan adalah: (1) menggunakan “Anda” dan “Saya” ketimbang hanya menggunakan kata ganti orang ketiga; dan (2) menambahkan kalimat di mana instruktur memberi komentar langsung kepada pembelajar. Personalisasi membuat pembelajar merasa terlibat dalam setiap proses kognitif. Efek personalisasi sangat kuat jika dilakukan secara tidak berlebihan dan ketika pembelajarnya tidak familiar dengan sang tutor.
3). Prinsip suara (voice)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik jika narasi diucapkan dalam suara manusia ketimbang suara mesin (komputer). Meskipun suara yang dihasilkan mesin dapat dicerna secara jelas tetapi hasil uji transfer problem-solving menunjukkan nilai yang kurang dibanding dengan suara yang aksen suaranya standar manusia.
4) Prinsip gambar (image)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang tidak selalu belajar lebih baik ketika gambar pembicara ditampilkan di layar.

22 komentar:

  1. assalamualaikum, saya ingin menambahkan sedikit materi tentang Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011).
    Ada 9 (Sembilan) prinsip media pembelajaran antara lain, yaitu :
    1. Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
    2. Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media pembelajaran harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
    3. Penggunaan media pembelajaran harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
    4. Penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual, dan belajar mandiri.
    5. Guru hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
    6. Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
    7. Media yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
    8. Aneka ragam media
    9. Kepraktisan dan ketersediaan media.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam novani. terima kasihtambahan materinya semoga bermanfaat bagi pembaca.

      Hapus
  2. saya ingin menambahkan
    Prinsip-Prinsip Pembelajaran Multimedia
    Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari lukita sari atas tambahan materinya semoga bisa melengkapi materi yang saya posting.

      Hapus
  3. assalmaualikum saya ingin menambahkan Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011).

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam terima kasih saudara soni atas tambahan maternya semoga bisa memperjelas materi yang saya posting.

      Hapus
  4. hai frandi coba anda jelaskan contoh dari prinsip-prinsip yang anda jelaskan pada postingan diatas? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari linda atas pertanyaannya. saya jelas kan salah satu contoh prinsip yang saya sampaikan di blog saya ya.
      1). Prinsip koherensi atau keterpaduan (coherence)
      Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik jika materi yang tidak perlu (tidak ada hubungannya) tidak diikutkan. Bahkan menambahkan gambar dan kata yang menarik tetapi tidak relevan justru menimbulkan efek negatif terhadap pemahaman atas apa yang dijelaskan dalam pelajaran.
      nah pada prinsip korehensi kita tahu bagaimana membuat suatu media yang baik. kita tahu bahwa ketika kita membuat suatu media,konten atau hal-hal yang akan kita masukan ke media kita itu harus berhubungan dengan materi yang akan kita sampaikan. jangan sampaikan adda hal-hal atau kkonten-konten yang tidak ada hubungan nya dengan materi yyang akan kita sampaikan walaupun itu untuk menghiasi atau mempercantik media yang kita buat.

      Hapus
  5. bagaimana jika salah satu prinsip tersebut tidak dilakukan apakah akan mengganggu proses pembelajaran yang akan dilakukan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari dia atas pertanyaan nya. menurut saya kalau mengganguu itu tidak tetapi media kita nanti ada hal yang kurang atau dalam artian kalau di validasi oleh ahli media itu akan kurang baik nilainya.

      Hapus
  6. Saya ingin menambahkan materi Dalam menggunakan media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana Sudjana (1991: 104) adalah:
    1. Menentukan jenis media dengan tepat; artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan.
    2. Menetapkan dan memperhitungkan subjek dengan tepat; artinya, perlu diperhitungkan apakah penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.
    3. Menyajikan media dengan tepat; artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran haruslah disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu dan sarana yang ada.
    4. Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus-menerus memperlihatkan atau menjelaskan sesuatu dengan media pengajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari lilis atas tambahan materinya semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

      Hapus

  7. a. Tujuan pembelajaran.
    b. Bahan pelajaran.
    c. Metode pengajaran.
    d. Tersedia alat yang dibutuhkan.
    e. Pribadi pengajar.
    f. Minat dan kemampuan siswa.
    g. Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.
    Sementara itu, Mulyani Sumantri, menggaris bawahi tentang prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang layak, yakni sebagai berikut:
    a. Media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan ajar yang akan disampaikan.
    b. Media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
    c. Media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dari pengadaannya maupun penggunaannya.
    d. Media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari mia atas tambahan materinya.

      Hapus
  8. Pemrosesan informasi itu sendiri secara sederhana dapat diartikan suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut dengan inti pendekatannya lebih kepada proses memori dan cara berpikir. Dalam teori pemrosesan informasi, terdapat beberapa model mengajar yang akan mendorong pengembangan pengetahuan dalam diri siswa dalam hal mengendalikan stimulus yaitu mengumpulkan dan mengorganisasikan data, menyadari dan memecahkan masalah, mengembangkan konsep sehingga mampu menggunakan lambang verbal dan non verbal dalam penyampaiannya. Bahkan orientasi utama pada modelnya mengarah kepada kemampuan siswa dalam mengolah, menguasai informasi sehingga dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang akan didapatkannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudara robi atas tambahan materinya semoga bisa bermanfaat.

      Hapus
  9. saya akan menambahkna Hofstetter sebagaimana dikutip oleh Suyanto menyatakan bahwa terdapat empat komponen penting dalam multimedia. Empat komponen tersebut adalah: (a) komputer, yang berfungsi untuk mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, serta berinteraksi dengan user; (b) link, yang menghubungkan user dengan informasi yang ada dalam program multimedia; (c) alat navigasi, yang berguna untuk memandu user dalam menjelajah informsi; (d) ruang untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan gagasan user (2003: 52).

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudara soni atas tambahan materi semoga bisa bermanfaat.

      Hapus
  10. say akan menambahkan Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik.
    Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).

    Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.

    Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari elsy atas tambahan materinya.

      Hapus
  11. saya ingin menambahkan materi mengenai materi yang telah anda posting :
    Prinsip Media Pembelajaran
    1. Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
    2. Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
    3. Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
    4. Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual dan belajar mandiri.
    5. Guru hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
    6. Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
    7. Media yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
    8. Aneka ragam media
    9. Kepraktisan dan ketersediaan media

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari vini atas tambahan materinya semoga bisa bermanfaat.

      Hapus