Landasan
Teoritis Multimedia Pembelajaran
1. Pengertian Media
Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin medius yang
secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab
media adalah perantara atau pengantar pesandari pengirim kepada penerima pesan
(Azhar Arsyad, 2011:3). Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad
(2011), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi dan
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan
lingkungan sekolah merupakan media. Sedangkan menurut Criticos yang dikutip
oleh Daryanto (2011:4) media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu
sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.
Dengan adanya beberapa pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu benda atau komponen yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dalam proses belajar.Media pembelajaran
adalah sarana penyampaian pesan pembelajaran kaitannya dengan model
pembelajaran langsung yaitu dengan cara guru berperan sebagai penyampai
informasi dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang
sesuai. Media pembelajaran
adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan
pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Menurut Heinich yang dikutip oleh Azhar Arsyad
(2011:4), media pembelajaran adalah perantara yang membawa pesan atau informasi
bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran antara sumber
dan penerima.
2. Penggunaan dan
Pemilihan Media Pembelajaran
Menurut
Strauss dan Frost dalam Dina Indriana (2011:32) mengidentifikasikan sembilan
faktor kunci yang harus menjadi pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
Kesembilan faktor kunci tersebut antara lain batasan sumber daya institusional,
kesesuaian media dengan mata pelajaran yang diajarkan, karakteristik siswa atau
anak didik, perilaku pendidik dan tingkat keterampilannya, sasaran pembelajaran
mata pelajaran, hubungan pembelajaran, lokasi pembelajaran, waktu dan tingkat
keragaman media.Sedangkan menurut Arief S. Sadiman, dkk (2011:84) mengemukakan
pemilih media antara lain adalah a) bermaksud mendemonstrasikannya seperti
halnya pada kuliah tentang media, b) merasa sudah akrab dengan media tersebut,
misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyektor transparansi,
c) ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret, dan d) merasa
bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan, misalnya untuk menarik
minat atau gairah belajar siswa. Pendapat lain mengungkapkan bahwa dalam
memilih media
hendaknya
memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a.
Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang
tepat (visual dan/ atau audio)
b.
Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat
(tertulis, audio, dan/ atau kegiatan fisik)
c.
Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
d.
Pemilihan media utama dan media sekunder untuk
penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan
dan tes menggunakan media yang sama)
e.
Tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan
pelajar) dan keefektivan biaya (Azhar Arsyad, 2011:71)
3. Fungsi Media Pada
Pembelajaran
Menurut Azhar Arsyad (2011:15) fungsi utama media pembelajaran
adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan
lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Sedangkan menurut
Hamalik (dalam Azhar Arsyad, 2011) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam
proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa.
Menurut Arif
S. Sadiman, dkk (2011) menyebutkan bahwa kegunaan-kegunaan media pembelajaran
yaitu:
a)
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu
bersifat verbalistis.
b)
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
c)
Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan
bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.
d)
Memberikan perangsang belajar yang sama.
e)
Menyamakan pengalaman.
f)
Menimbulkan persepsi yang sama
4.
Jenis Media Pembelajaran
Sejalan
dengan perkembangan teknologi, maka media pembelajaran pun mengalami
perkembangan melalui pemanfaatan teknologi itu sendiri. Berdasarkan teknologi
tersebut, Azhar Arsyad (2011) mengklasifikasikan media atas empat kelompok,
yaitu :
1)
Media hasil teknologi cetak.
2)
Media hasil teknologi audio-visual.
3)
Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.
4)
Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer
Klasifikasi
media pembelajaran menurut Seels dan Glasgow (dalam Azhari Arsyad 2011:33)
membagi media kedalam dua kelompok besar, yaitu : media tradisional dan media
teknologi mutakhir.
A. Pilihan media tradisional
1)
Visual diam yang diproyeksikan yaitu proyeksi apaque, proyeksi
overhead, slides, filmstrips.
2)
Visual yang tak diproyeksikan yaitu gambar, poster,
foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-bulu.
3)
Audio yaitu rekaman piringan, pita kaset, reel,
cartridge.
4)
Penyajian multimedia yaitu slide plus suara (tape).
5)
Visual dinamis yang diproyeksikan yaitu film,
televisi, video.
6)
Media cetak yaitu buku teks, modul, teks terprogram, workbook,
majalah ilmiah, lembaran lepas (hand-out).
7)
Permainan yaitu teka-teki, simulasi, permainan papan.
8)
Media realia yaitu model, specimen(contoh),
manipulatif (peta, boneka).
B. Pilihan media teknologi mutakhir
1)
Media berbasis telekomunikasi yaitu telekonferen,
kuliah jarak jauh.
2)
Media berbasis mikroprosesor yaitu computer-assisted instruction,
permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hipermedia, compact
(video) disc.
Sedangkan klasifikasi media pembelajaran menurut
Ibrahim yang dikutip oleh Daryanto (2011) media dikelompokkan berdasarkan
ukuran dan kompleks tidaknya alat dan perlengkapannya atas lima kelompok, yaitu
media tanpa proyeksi dua dimensi, media tanpa proyeksi tiga dimensi, audio,
proyeksi, televisi, video, dan komputer.Kemp & Dayton yang dikutip oleh
Azhar Arsyad (2011:37) mengelompokkan
media kedalam delapan jenis, yaitu : media cetakan, media pajang, overhead
transparancies, rekapan audiotape, seri slide dan filmstrips, penyajian
multi-image, rekaman video dan film hidup, komputer..
4. Media Gambar
a)
Pengertian Media Gambar
Di antara media pendidikan, gambar adalah media yang paling
umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmti
dimana-mana. Oleh karena itu, pepatah Cina yang mengatakan bahwa sebuah gambar
berbicara lebih banyak daripada seribu kata. Media gambar sesuai kelompoknya
merupakan media visual dua dimensi pada bidang tidak transparan. Menurut Azhar
Arsyad (2011) media gambar termasuk dalam bentuk visual berupa gambar representasi
seperti gambar, lukisan, atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya suatu
benda.
Sedangkan menurut Oemar Hamalik (1986:43) berpendapat bahwa
Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua
dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran.Sedangkan dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2001: 329) Gambar
adalah tiruan barang, binatang, tumbuhan dan sebagainya. Menurut Arief Sadiman,
dkk (2011: 28-29): Media grafis visual sebagimana halnya media yang lain. Media
grafis untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai
menyangkut indera
penglihatan.
Pesan yang akan disampikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampian
pesan dapat berhasil dan efisien.
b) Kriteria
Pemilihan Media Gambar
Supaya
gambar mencapai tujuan yang maksimal sebagai alat visual, gambar harus dipilih
menurut syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :
1)
Gambar harus bagus, jelas, menarik, mudah dimengerti
dan cukup besar untuk dapat memperlihatkan detail.
2)
Apa yang tergambar harus cukup penting dan cocok untuk
hal yang sedang dipelajari atau masalah yang sedang dihadapi.
3)
Gambar harus benar dan autentik, artinya menggambarkan
situasi yang serupa jika dilihat dalam keadaan sebenarnya.
4)
Kesederhanaan penting sekali. Gambar yang rumit sering
mengalihkan perhatian dari hal-hal yang penting.
5)
Gambar harus sesuai dengan kecerdasan orang yang
melihatnya.
6)
Warna walau tidak mutlak dapat meninggalkan nilai
sebuah gambar, menjadikannya lebih realistis dan merangsang minat untuk
melihatnya. Selain itu warna juga dapat memperjelas arti dari apa yang
digambarkan. Akan tetapi penggunaan warna yang salah sering menghasilkan
pengertian yang tidak benar.
7)
Ukuran Perbandingan penting pula. Hal ini sebagai
pembeda dari ukuran gambar dengan ukuran sebenarnya. (http://pustaka).ut.ac.id)
Menurut Arif S. Sadiman, dkk (2011) gambar yang baik
pada lazimnya dapat menggunakan kriteria-kriteria antara lain :
5.
Keaslian gambar, gambar menunjukkan situasi yang
sebenarnya seperti melihat keadaan benda sesungguhnya.
6.
Kesederhanaan, sederhana dalam warna menimbulkan kesan
tertentu yang mempunyai nilai estetis secara murni dan mengandung nilai
praktis.
7.
Bentuk item, mudah dipahami dapat digunakan pada
gambar dari majalah, surat kabar, dsb.
8.
Perbuatan menunjukkan hal yang sedang melakukan suatu perbuatan.
9.
Fotografi, gambar tidak terlalu terang/ gelap asal
dapat menarik dan efektif dalam pengajaran.
10. Artistik,
gambar disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Hal yang lain diungkapkan bahwa dalam menggunakan media
gambar ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu pertama, memproduksi sendiri
berdasarkan rancangan (desain) yang telah dibuat sebelumnya dan kedua, dengan
memanfaatkan bahan yang dapat diperoleh dari internet, buku, jurnal, majalah
dan bahan cetak lainnya.Berdasarkan uraian di atas, teori yang digunakan
sebagai indikator penilaian media gambar yang akan dikembangkan menggunakan
kajian teori Arif S. Sadiman, dkk yang meliputi keaslian gambar, kesederhanaan,
bentuk item, perbuatan, fotografi, dan artistik
c) Kelebihan
dan Kekurangan dari Media Gambar
1) Kelebihan
media gambar
Menurut Dina Indriana (2011:64-65) media gambar mempunyai
keunggulan yang di antaranya sudah umum digunakan, mudah dimengerti, dapat
dinikmati, mudah dan murah didapat atau dibuat, dan banyak memberikan
penjelasan daripada menggunakan media verbal. Media gambar atau foto mampu
memberikan detail dalam bentuk gambar apa adanya,
sehingga
anak didik mampu untuk mengingatnya dengan lebih baik dibandingkan dengan
metode verbal. Selain itu media gambar juga bisa memecahkan masalah yang ada
dalam media oral/verbal, yakni dalam hal keterbatasan daya ingat dalam bercerita
atau menjelaskan sesuatu.
Menurut
Arief S. Sadiman, dkk (2011:29-31) beberapa kelebihan media gambar antara lain
:
a.
Sifatnya konkrit; Gambar lebih realistis menunjukkan pokok
masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b.
Gambar dapat mengatasi batas ruang dan waktu. Tidak semua
benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu bisa
anak-anak dibawa ke objek/peristiwa tersebut.
c.
Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d.
Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja
dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan
kesalahpahaman.
e.
Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa
peralatan khusus
Media pendidikan yang digunakan dalam proses belajar mengajar
juga mempunyai kelebihan atau manfaat. Menurut Roestijah NK yang dikutip dari
Muh. Asdam (1984) manfaat tersebut antara lain :
ü Menambah dan
meningkatkan perhatian anak
ü Mencegah
verbalitas
ü Memberikan
pengalaman yang nyata dan langsung
ü Membantu
menumbuhkan pikiran/ pengertian yang teratur dan sistematis
ü Mengembangkan
sikap eksploratif
ü Berorientasi
pada lingkungan dan memberi kemanfaatan dalam pengamatan
ü Membangkitkan
motivasi kegiatan belajar serta memberikan pengalaman yang menyeluruh
2) Kelemahan
media gambar
Menurut Arif
S. Sadiman, dkk (2011) gambar mempunyai beberapa kelemahan yaitu :
·
Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
·
Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif
untuk kegiatan pembelajaran.
·
Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
Sedangkan
menurut Daryanto (2011:101) kelemahan-kelemahan dari media gambar antara lain:
·
Beberapa gambarnya sudah cukup memadai, tetapi tidak cukup
besar ukurannya jika digunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar, kecuali
jika diproyeksikan melalui proyektor.
·
Gambar adalah berdimensi dua sehingga sukar untuk melukiskan
bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. Kecuali jika dilengkapi dengan beberapa
gambar untuk objek yang sama atau adegan yang diambil dilakukan dari berbagai
sudut pemotretan yang berlainan.
·
Gambar bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan
gerak seperti halnya gambar hidup. Namun demikian, beberapa gambar yang disusun
secara berurutan dapat memberikan kesan gerak dapat saja dicobakan, dengan
maksud meningkatkan daya efektivitas proses belajar mengajar.
·
Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan
pendidikan di sekolah. Melalui media pembelajaranguru akan lebih mudah dalam
menyampaikan materi dan siswa akan lebih terbantu dan mudah belajar. Media
pembelajaran adalah perantara yang membawa pesan atau informasi antara sumber
dan penerima. Media pembelajaran atau materi pembelajaran secara garis besar
terdiri dari pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus
dipelajari
oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan
(Depdiknas, 2006:4)
Media pembelajaran disusun dengan tujuan sebagai
berikut:
v Menyediakan
media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni media pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik.
v Membantu
peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks
yang terkadang sulit diperoleh
v Memudahkan
guru dalam melaksanakan pembelajaran.
assalamualaikum wr.wb. kita ketahui bahwa sekarang banyak sekali media(multimedia) pembelajaran. masing-masing multimedia pembelajaran tersebut memiliki kekurangan serta kelebihannya. Nah menurut anda bagaimana cara seorang guru agar dapat meminimalisikan kelemahan-kelemahan yang terdapat didalam suatu multimedia tersebut? terimakasih
BalasHapusAssalamualaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari Miranda. menurut saya kita harus memilih multimedia yang tepat. multimedia tersebut harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Guru juga harus memilih multimedia yang dia kuasai dengan baik agar dapat mengatasi kelemahan dari multimedia tersebut. menurut saya seperti itu. Terimakasih
Hapuswaalaikumsalam wr.wb saya setuju sekali dengan saudari sheira. untuk meminimalisir kelemahan yang mungkin terjadi itu merupakan tugas seorang guru. sebaiknya dalam memilih multimedia sebaiknya guru itu sudah tau di daerah atau di lingkungan mana multimedia ini akan di terapkan sehingga kelemahan atau kekurangan yang mungkin akkan terjadi dapat di minimalisir.
Hapusassalamualaikum, :)
BalasHapusbaiklah disini saya akan menambahkan materi mengenai landasan teoritis media pembelajaran itu diantaranya :
1. Landasan filosofis.
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
2. Landasan psikologis.
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu:
(1) Diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya,
(2) Bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.
Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak
3. Landasan teknologis.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi komunikasi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi di masyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional, karena cara ini tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Hasil teknologi telah sejak lama dimanfaatkan dalam pendidikan. Banyak yang dharapkan dari alat- alat teknologi pendidikan yang membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan sehingga dapat membantu siswa belajar secara individual dengan efektif dan efisien
4. landasan empiris
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923
waalaikumsalam ayu. terima kasih atas tambahan materinya, semoga bisa melengkapi kekurangan pada materi yang saya posting.
Hapus-Fungsi Media Pembelajaran
BalasHapusPada penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
Berikut ini fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut Asnawir dan Usman (2002:24):
a. Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
b. Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit).
c. Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
d. Semua indra siswa dapat diaktifkan.
e. Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
-Manfaat Media Pembelajaran
Encyclopedia of Education Research dalam hamalik (1994:15) merinci manfaat media pembelajaran sebagai berikut:
a. Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir, oleh karena itumengurangi verbalisme.
b. Memperbesar perhatian siswa.
c. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar siswa, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
d. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa siswa. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara laindan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
Bisa diambil kesimpulan manfaat dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar dapat mengarahkan perhatian siswa sehingga menimbulkan motivasi untuk belajar dan materi yang diajarkan akan lebih jelas, cepat dipahami sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa.
terima kasih saudari nurusalamia atas tambahan materi nya semoga bisa bermanfaat.
HapusAssalamualaikum wr. wb saya ingin menambahkan sedikit tentang :
BalasHapusFungsi Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
Berikut ini fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut AsnawirdanUsman :
1) Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
2) Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit)
3) Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
4)Semuaindra siswa dapat diaktifkan.
5)Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar
waalaikumsalam dea. terima kasih atas tambahan materinya semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah disini saya ingin sedikit bertanya, dalam landasan media pembelajaran salah satunya landasan personalia dimana bahasa yang digunakan harus komunikatif, mengapa demimian coba anda jelaskan.
BalasHapusterima kasih saudara dhia atas pertanyaannya. menurut saya kenapa bahasa yang kita gunkan itu harus komunikatif adalah bahwa disini kan kita membuat suatu media yang harus kita sampaikan kepada orang lain dan dalam hal ini itu seorang siswa, artinya bahwa bahasa yang kita gunakan itu harus mudah dimengerti dan di pahami oleh siswa kita. karena kita harus tujuan media adalah mempermudah kita dalam hal mencapai tujuan pembelajaran yang kita buat.
HapusJenis-jenis Media
BalasHapusMenurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran membagi media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :
a. Media audio, Melalui audio, siswa dapat berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan belajar siswa.
hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata.
b. Media visual, Untuk media visual diam, contohnya foto, grafik, bagan, dan lain sebaaginya. Beda halnya dengan media visual gerak yang meliputi film bisu atau video pendek tanpa suara.
hanya melibatkan indera penglihatan. termasuk dalam jenis media ini adalah media cetak-verbal, media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.
c. Media audio visual,
melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus
dalam suatu proses. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program
audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan lain-lain.
Media audio visual terdiri dari dua bagian yakni media audio visualdiam
dan media audio visual gerak. Media audio visual diam diantaranya adalah tv diam, dan
halaman bersuara. Media audio visual gerak meliputi VCD dan komputer.
terima kasih saudara nova arma reski atas tambahan materinya semoga bisa memperjelas materi yang saya posting.
Hapussaya ingin bertanya, bagaimana menilai dan melihat bahwa landasan teori yang anda posting telah ada di dalam media pembelajran? terimakasih
BalasHapusterima kasih saudara yamin atas pertanyaan nya. meurut saya landasan kan kita gunakan sebagai acuan kita dalam membuatt suatu media pembelajaran. dari landasan ini kita tahu bagaimana membuat suatu media yang baik dan mudah dimengerti oleh orangg lain.
HapusDalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
BalasHapusPertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol.
terima kasih saudari lilis atas tambahan materinya, semoga bisa bermanfaat.
Hapussaya ingin menambahkan contoh dari landasan empiris yaitu siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memilih tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan kebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik media pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
BalasHapusterima kasih
terima kasih saudara robi atas tambahan materinya semoga bisa melengkapi kekurangan pada materi yang saya posting.
Hapusassalamulaikumm, :)
BalasHapusbaiklah disini saya akan menambahkan sedikit materi mengenai pstingan anda pada landasan tekhnologi, dimana pada landasan ini Media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
a. Meningkatkan produktivitas pendidikan ( Can make education more productive). Dengan media dapat meningkatkan produktivitas pendidikan antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar siswa, membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar siswa.
b. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual (Can make education more individual).Pembelajaran menjadi lebih bersifat individual antara lain dalam variasi cara belajar siswa, pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.
c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran ( Can give instruction a more scientific base). Artinya perencanaan program pembelajaran lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang karakteristik siswa, karakteristk bahan pembelajaran, analisis instruksional dan pengembangan disaign pembelajaran dilakukan dengan serangkaian uji coba yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
d. Lebih memantapkan pembelajaran (Make instruction more powerful).
Pembelajaran menjadi lebih mantap dengan jalan meningkatkan kapabilitas manusia menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, di mana informasi dan data yang diterima lebih banyak,lengkap dan akurat.
e. Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung/seketika (Can make learning more immediate). Karena media mengatasi jurang pemisah antara peserta didik dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi, dapat menyajikan “kekonkritan” meskipun tidak secara langsung.
f. Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas (Can make access to education more equal)
terimakasih , semoga bermanfaat :)
waalaikumsalam rianti, terima kasih atas tambahan materinya, semoga bisa bermanfaat.
Hapussaya ingin menambahkan sedikit salah satunya adalah landasan psikologis, dimana Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapatdiantaranya sebagai berikut :
BalasHapusPertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
terima kasih ester atas tambahan materinya
Hapus