PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM
PEMBELAJARAN KIMIA
A.
PENGERTIAN
E-LEARNING
Jaya
Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran
dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau
internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada
pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang
dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002)
mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut : e-Learning is a genericterm for all
technologically supported learningusing an array of teaching and learning tools
as 5 phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite
transmissions, and the more recognized web-based training or computeraided
instruction also commonly referred to as online courses . (Soekartawi,
Haryono dan Librero, 2003).
Menurut E-learning Gilbert & Jones dalam Surjono (2007) adalah suatu pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik, seperti internet, intranet/ekstranet, satelite broadcast, audio/video, TV interaktif, CD-ROM dan computer based training (CBT). E-learning juga diartikan sebagai seluruh pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau Internet) untuk membantu interaksi dan penyampaian materi selama proses pembelajaran. Urdan dan Weggen menyatakan e-learning sebagai suatu pengiriman materi melalui semua media elektronik, termasuk internet, intranet, siaran radio satelit, alat perekam audio/video, TV interaktif, dan CD-ROM.
Menurut E-learning Gilbert & Jones dalam Surjono (2007) adalah suatu pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik, seperti internet, intranet/ekstranet, satelite broadcast, audio/video, TV interaktif, CD-ROM dan computer based training (CBT). E-learning juga diartikan sebagai seluruh pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau Internet) untuk membantu interaksi dan penyampaian materi selama proses pembelajaran. Urdan dan Weggen menyatakan e-learning sebagai suatu pengiriman materi melalui semua media elektronik, termasuk internet, intranet, siaran radio satelit, alat perekam audio/video, TV interaktif, dan CD-ROM.
Pada Pembelajaran di sekolah-sekolah khususnya pembelajaran sains E-Learning telah diterapkan
sejak beberapa tahun yang lalu. Selain untuk tujuan pembelajaran, penerapan e-learning juga sebagai sarana untuk mengenalkan teknologi
informasi kepada peserta didik. Namun sampai sekarang pemanfaatannya masih kurang
optimal. Bahkan sebagian orang beranggapan bahwa
penerapan e-learning hanya sekedar mengikuti trend saja
tanpa menghiraukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak. Oleh
karena itu, penelitian atau kajian pustaka tentang implementasi e-learning khususnya
pada pembelajaran sains perlu terus dilakukan.
Banyak kelemahan serta kekurangan pada proses pembelajaran di sekolah-sekolah. Contohnya Pembelajaran
kimia pada umumnya hanya terbatas pada penggunaan bahan ajar berupa buku teks
dan LKS sehingga siswa kurang dapat memahami konsep mikroskopik. Lemahnya
interaksi antara guru dengan siswa serta kecepatan belajar siswa yang
seringkali dianggap sama juga merupakan kendala dalam pembelajaran
kimia, maka dari itu usaha-usaha peningkatan kualitas pembelajaran kimia saat
ini terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi
media pembelajaran. Peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media
pembelajaran diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan siswa dalam menghadapi era
teknologi informasi dan komunikasi dengan tidak meninggalkan faktor pemahaman
dan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran kimia. Teknologi informasi dan
komunikasi seharusnya menjadi alat sehari-hari dalam kegiatan belajar dan
membelajarkan
E-learning merupakan salah satu bentuk pemantapan TIK dalam pembelajaran. Istilah e-learning
dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan istilah yang popluer di kalangan
dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi
bahkan menjadikan e-learning sebagai nilai tambah yang menjadi kebanggaan untuk
menarik calon mahasiswa. Seolah keberadaan e-learning di sebuah perguruan
tinggi menjadi indikator bahwa pergururan tinggi tersebut merupakan perguruan
tinggi “modern” dengan fasilitas dan infrastruktur TIK yang membanggakan.
Terlebih lagi dengan keberadaan sistem-sistem informasi online lainnya seperti
sistem informasi akademik, sistem administrasi online, perpustakaan online
(e-library), dan lain-lain.Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) sangat berpotensi untuk mendukung revolusi pembelajaran, dengan enam
dimensi kunci (JISC, 2004: 7):
1) Konektivitas: akses informasi secara
global;
2)
Fleksibilitas:
belajar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja;
3)
Interaktivitas:
interaksi antara pelajar dan materi pelajaran serta lingkungan belajar maupun sumber
belajar dapat dilakukan seketika dan secara langsung;
4)
Kolaborasi:
penggunaan fasilitas komunikasi dan diskusi online mendukung pembelajaran kolaboratif
di luar kelas;
5)
Memperluas
kesempatan: materi e-learning dapat memperkaya dan memperluas materi pembelajaran
tatap muka; dan
6) Motivasi: pemakaian multimedia dapat
membuat suasana belajar menyenangkan.
Banyak para ahli yang mengemukakan tentang istilah “e-learning”, mereka berpendapat bahwa e-learning mengacu pada penggunaan teknologi
internet untuk menyajikan sejumlah pilihan solusi yang sangat luas yang mengarahkan
pada peningkatan pengetahuan. Sehingga menurut beberapa ahli yaitu Mary Daniels
Brown dan Dave Feasey (2001) sebagaimana dikutip oleh Siahaan (2005: 66)
mengemukakan bahwa e-learning adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang
memanfaatkan jaringan, seperti: internet, Local Area Network (LAN), atau Wider
Area Network (WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi, serta
didukung oleh berbagai layanan belajar lainnya. E-learning mempermudah
interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi
antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi
informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun
kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar
dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam
web untuk diakses oleh para siswa.
Beberapa perguruan tinggi
bahkan menjadikan e-learning sebagai nilai tambah yang menjadi kebanggaan untuk
menarik calon mahasiswa. Seolah keberadaan e-learning di sebuah perguruan
tinggi menjadi indikator bahwa pergururan tinggi tersebut merupakan perguruan
tinggi “modern” dengan fasilitas dan infrastruktur TIK yang membanggakan.
Terlebih lagi dengan keberadaan sistem-sistem informasi online lainnya seperti
sistem informasi akademik, sistem administrasi online, perpustakaan online
(e-library), dan lain-lain.Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) sangat berpotensi untuk mendukung revolusi pembelajaran, dengan enam
dimensi kunci :
1) Konektivitas: akses informasi secara
global;
2)
Fleksibilitas:
belajar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja;
3)
Interaktivitas:
interaksi antara pelajar dan materi pelajaran serta lingkungan belajar maupun sumber
belajar dapat dilakukan seketika dan secara langsung;
4)
Kolaborasi:
penggunaan fasilitas komunikasi dan diskusi online mendukung pembelajaran kolaboratif
di luar kelas;
5)
Memperluas
kesempatan: materi e-learning dapat memperkaya dan memperluas materi pembelajaran
tatap muka; dan
6)
Motivasi:
pemakaian multimedia dapat membuat suasana belajar menyenangkan.
Sistem
e-learning terdiri atas beberapa komponen, yakni:
1. komputer server yang dilengkapi
dengan server Web dan sosftware LMS (learning management system) dan software
pendukung lain,
2.
infrastruktur
jaringan yang menghubungkan komputer klien ke server,
3.
komputer
klien tempat mahasiswa dan dosen mengakses kelas online, dan
4.
bahan-bahan
ajar yang disiapkan oleh dosen dan dimasukkan ke dalam kelas online. Sesuai
dengan model di atas, komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sistem
e-learning meliputi:
a)
hardware
server dengan spesifikasi yang memadai
b)
software
untuk server: sistem operasi, server Web, dan server e-learning (LMS, learning management
system), serta software-software pendukung lainnya (misalnya PHP, MySQL)
c)
komputer
klien dengan spesifikasi dan cacah yang memadai untuk akses ke sistem elearning
secara online
d)
software-software
untuk komputer klien: sistem operasi, browser Internet untuk mengakses server,
software aplikasi dan authoring untuk mengembangkan materi pembelajaran oleh
dosen dan mengerjakan tugas-tugas oleh mahasiswa
e) infrastruktur jaringan LAN dan
Internet yang diperlukan untuk mengakses sistem perkuliahan online. Dalam hal
ini diperlukan adanya koneksi LAN dan Internet yang memungkinkan akses server
dari luar.
Salah satu contoh Penerapan e-learning
yang sederhana dapat berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke
dalam web server dan ditambah dengan forum komunikasi
melalui e-mail dan atau mailing list (milist). Penerapan
terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan
multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi,
komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian
tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran
berbasis web yang ada di internet. Nedelko (2008), menyatakan ada
tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
1) Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran
tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan
penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi
pembelajaran, tugas, dan tes singkat
2)
Blended or
mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara
tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
3)
Fully online
e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online
termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara
online yaitu dengan menggunakan teleconference.
B. Jenis E-learning
E-learning dikelompokkan
berdasarkan basis teknologinya, yaitu sebagai berikut:
1. Computer Based Training (CBT) Sistem
CBT ini mulai berkembang di tahun 80-an dan masih berkembang terus sampai
sekarang. Hal ini ditunjang antara lain oleh perkembangan sistem animasi yang
kian menarik dan realistis (misalnya aiatem animasi 3 Dimension).
2.
Web Based Training (WBT) Sistem ini merupakan
perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Sehingga dengan
menggunakan konsep ini, dapat terjadi komunikasi dua arah antar pengguna. Namun
lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini bergantung kepada
infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Kendala penerapan konsep ini terletak
pada kenyataan bahwa jaringan internet di negara kita masih belum merata. Pada
dasarnya,terdapat 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih,
yakni:
a) Sepenuhnya secara tatap muka
(konvensional)
b) Sebagian secara tatap muka dan sebagian
lagi melalui internet
c) Sepenuhnya melalui internet. Salah
satu komponen WBT yang sangat digemari adalah video-conferencing, yaitu dimana
siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka
secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat
dimanfaatkan sebagai alat belajar mengajar di virtual classes ataupun virtual
universities.
C. Proses
Pengembangan E-learning
Pada proses pengembangan program
e-learning ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dimulai dengan:
1. Analisis Kebutuhan Tujuan yang
diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan
teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang
menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti
dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa
yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada
kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi menurun atau e-learning
kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan
padatnya jaringan.
2. Mendeskripsikan tingkat
kinerja/kompetensi yang ingin dicapai Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan
materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik.
Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk
mendukung pencapaian kompetensi.
3. Menetapkan metode dan media pembelajaran Berbagai
metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat
diterapkan juga pada kelas online.
4. Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui
keberhasilan pembelajaran Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi
berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning
berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri
sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya.
D. Media berbasis internet
a) E-Mail Elekktronic Mail atau yang
lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat Elektronik”, merupakan
surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yakni dengan menggunakan
jaringan internet. Perlu diketahui bahwa pesan yang dikirim berbentuk suatu
dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat diterima oleh komputer
lain dengan sarana internet. Peserta didik dapat menggunakan e-mail untuk
mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas, dapat mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar mengajar, dan
dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun yang
lainnya.
b)
Blog Istilah blog merupakan kependekan dari web blog.
Jika diidentifikasi dari penggalan katanya web dan log dapat diartikan sebagai
“catatan perjalanan” yang tersimpan dalam website. Blog dapat dijadikan website
yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar,
bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog
sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan
yaitu: 1) Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi
belajar, tugas,maupun bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi
dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. 2) Blog guru dan murid yang
saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing sebagai
sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. 3) Komunitas bloger
pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan guru-guru dan siswa
dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut.
c)
Mesin
Pencarian (Search Engine) Search Engine adalah sebuah program yang dapat
diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna dalam
mencari apa yang diinginkan, dengan kata lain search engine dirancang khusus
untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar alamat berdasarkan topik tertentu.
Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai bahan belajar dan
informasi melalui media internet. Telah tersedia banyak situs search engine
yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet, diantaranya Yahoo,
bing, amazon.com, eBay, Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita
gunakan adalah google, yang dapat diakses melalui http://www.google.com. Untuk
melakukan pencarian informasi yang diinginkan, kita harus memasukkan kata kunci
(keyword) pada kotak pencarian. Misalnya untuk mencari materi Sejarah
Kebudayaan Islam tentang Khalifah Umar bin Khattab, maka kata kunci yang kita
tuliskan adalah Umar bin Khattab, lalu tekan tombol enter pada keyboard, maka google
akan mencari halaman web yang mengandung kata Umar bin Khattab.
E. Implementasi E-learning dalam pembelajaran kimia
Penelitian
pengembangan tentang pembelajaran Sistem Periodik Unsur yang menggunakan media
Edmodo berbasis Social Network dengan metode Borg and Gall dilakukan
dalam beberapa tahapan yaitu menentukan potensi dan masalah, mengumpulkan data,
dan mendesain web pembelajaran. Dilanjutkan dengan validasi desain dari aspek
TIK dan aspek substansi materi yang hasilnya adalah produk dengan kategori baik
yaitu 60. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk berupa web pembelajaran
dengan alamat web adalah www.edmodo.com/belajarkimia. Web pembelajaran
inilah yang diujikan kepada siswa. Pembelajaran Sistem Periodik Unsur
menggunakan media Edmodo berbasis Social Network dapat dikatakan layak
dan efektif sebagai media pendukung dalam pembelajaran kimia, hal ini dapat
dilihat dari hasil angket yang diberikan kepada siswa yang menghasilkan
tanggapan setuju untuk menggunakan media edmodo sebagai media pendukung dalam
pembelajaran kimia.
DAFTAR
PUSTAKA
Koran, Jaya Kumar C. (2002), Aplikasi E-Learning dalam Pengajaran dan
pembelajaran di Sekolah Malaysia. (8 November 2002).
Soekartawi, (2003) Prinsip Dasar E-Learning: Teori Dan Aplikasinya DiIndonesia,
Jurnal Teknodik, Edisi No.12/VII/Oktober/2003.
baiklah, saya ingin menambahkan mengenai materi yang saudara post, yaitu:
BalasHapusKeunggulan e-learning
E-learning dapat dengan cepat diterima dan kemudian diadopsi adalah karena memiliki kelebihan/keunggulan sebagai berikut (Effendi, 2005) :
a. Pengurangan biaya
b. Fleksibilitas. Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama terhubung dengan internet.
c. Personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka.
d. Standarisasi. Dengan e-learning mengatasi adanya perbedaan yang berasal dari guru, seperti : cara mengajarnya, materi dan penguasaan materi yang berbeda, sehingga memberikan standar kualitas yang lebih konsisten.
e. Efektivitas. Suatu studi oleh J.D Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari pelajaran melalui metode e-learning meningkat sebanyak 25 % dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisional
f. Kecepatan. Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat, karena pelajaran tersebut dapat dengan cepat disampaikan melalui internet.
Kendala-kendala e-learning
Kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning, yaitu (Effendi, 2005) :
a. Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.
b. Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer.
c. Teknologi dan infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal, dan teknologi yang tepat.
d. Desain materi. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.
Kekurangan E-Learning
Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan
learning (belajar), maka system ini juga mempunyai kekurangan, antara lain :
1. Bagi orang yang gagap teknologi, system ini belum bisa diterapkan.
2. Keterbatasan jumlah computer yang dimiliki oleh sekolah juga menghambat
pelaksanaan e-learning.
3. Kehadiran guru sebagai makhluk yang dapat berinteraksi secara langsung dengan
para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini.
Kelemahan lain dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep.
Pembelajaran dengan menggunakan e-learning juga harus membutuhkan jaringan internet untuk pembelajaran jarak jauh.
terima kasih saudari ismi atas tambahan materinya semoga bisa bermanfaat
Hapusterima kasih kembali, sama dengan yang saya harapkan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
HapusAssalamualaikum. Saya ingin bertanya. Apa penggunaan E-Learning pada daerah terpencil / pedesaan efektif untuk pembelajaran ?
BalasHapusassalamualaikum,saya ingin coba bantu menjawab pertanyaan dari saudari sehira,menurut saya efektif tidaknya penggunaan e-learning ini pada suatu daerah itu tergantung pada fasilitas yang daerah tersebut miliki terkhusus fasilitas dalam akses internet serta fasilitas listrik,meskipun kita gunakan e-learning ini pada daerah terpencil sekalipun,jika daerah tsb telah memiliki fasilitas yang telah saya sebutkan tadi cukup memadai saya rasa pembelajaran yang berlangsung cukup efektif,terimakasih
Hapuswaalaikumsalam sheira, saya setuju dengan saudari miranda, seharusnya sih semua daerah di indonesia ini mempunyai hak untuk mendapatkan fasilitas yang memadai yang bisa mendukung pembelajaran, tetapi hal itu belum terrealisasikan. jadi kalau dibilang efektif, seharusnya efektif asalakan daerah itu memiliki fasilitas pendukung penerapan aplikasi e-learning ini.
Hapusassalam mualaikum wr wb pada kesempatan ini saya inggin menambahkan sedikit tentang model pengembangan e-learning yang terdiri dari 2 model yaitu sebagai berikut:
BalasHapus1. Model Pengembangan E-Learning Dengan Pendekatan Knowledge Management
Knowledge Management (KM) dapat didefiniskan sebagai satu set (himpunan) intervesi orang, proses dan tool (teknologi) untuk mendukung proses pembuatan, pembau-ran, penyebaran dan penerapan pengetahuan. Pembuatan pengetahuan adalah proses perbaikan atau penambahan potongan-potongan pengetahuan tertentu selama proses pembelajaran terjadi melalui pengalaman. Pembauran pengetahuan merupakan proses pengumpulan, penyimpanan dan penyortiran dari pengetahuan yang dikembangkan dengan pengetahuan yang dimiliki. Penyebaran pengetahuan adalah proses pengambilan dan pendistribusian pengetahuan untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran yang lain. Penerapan pengetahuan merupakan proses pemanfaatan pengetahuan yang ada untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Pengetahuan dikembangkan dalam proses pengalaman, seperti problem-solving, projek atau tugas.
2. Model Pengembangan E-Learning Dengan Pendekatan Moodle.
Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran ke dalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk ke dalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan moodle, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment.
Berbagai bentuk materi pembelajaran dapat dimasukkan dalam aplikasi moodle ini. Berbagai sumber dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran. Naskah tulisan yang ditulis dari aplikasi pengolah kata Microsoft Word, materi presentasi yang berasal dari Microsoft Power Point, Animasi Flash dan bahkan materi dalam format audio dan video dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran. resource
Berikut ini beberapa aktivitas pembelajaran yang didukung oleh Moodle adalah sebagai berikut (1) Assignment. Fasilitas ini digunakan untuk memberikan penugasan kepada peserta pembelajaran secara online. Peserta pembelajaran dapat mengakses materi tugas dan mengumpulkan hasil tugas mereka dengan mengirimkan file hasil pekerjaan mereka, (2) Chat. Fasilitas ini digunakan untuk melakukan proses chatting (percakapan online). Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat melakukan dialog teks secara online, (3) Forum. Sebuah forum diskusi secara online dapat diciptakan dalam membahas suatu materi pembelajaran. Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat membahas topik-topik belajar dalam suatu forum diskusi, (4) Kuis. Dengan fasilitas ini memungkinkan untuk dilakukan ujian ataupun test secara online, (5) Survey. Fasilitas ini digunakan untuk melakukan jajak pendapat.
Strategi pengembangan model e-learning perlu dirancang secara cermat sesuai tujuan yang diinginkan. Jika disepakati bahwa e-learning di dalamnya juga termasuk pembelajaran berbasis internet. Ada tiga kemungkinan dalam strategi pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course (Haughey, 1998).
waalaikumsalam tessa terima kasih atas tambahan materinya semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.
HapusAssalamualaikum, saya ingin sedikit menambahkan materi anda
BalasHapusPengembangan model pembelajaran berbasis web perlu memperhatikan komponen strategi pembelajaran. Komponen-komponen utama dari strategi pembelajaran yang harus dirancang adalah: aktivitas awal pembelajaran, penyajian materi, partisipasi peserta didik, penilaian, dan aktivitas tindak lanjut.Aktivitas awal pembelajaran berupa pemberian motivasi, menumbuhkan perhatian, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan kemampuan awal yang diperlukan. Penyajian materi meliputi sajian bahan ajar dan contoh-contoh yang relevan. Partisipasi peserta didik dibangun dengan adanya praktik atau latihan dan umpan balik. Penilaian dapat berupa tes kemampuan awal, pretest, dan posttest. Aktivitas tindak lanjut dilakukan untuk membantu mempertahankan daya ingat terhadap materi pembelajaran.
waalaikumsalam mia terima kasih atas tambahan materinya.
Hapussedikit menambahkan pada Proses Pengembangan E-learning
BalasHapusUntuk mengembangkan program e-learning ada beberapa tahapan, dimulai dengan:
1. Analisis Kebutuhan Tujuan yang diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan padatnya jaringan.
2. Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi.
3. Menetapkan metode dan media pembelajaran Berbagai metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat diterapkan juga pada kelas online.
4. Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya.
terima kasih saudara robi atas tambahan materinya
HapusDari postingan saudara sudah bagus, akan tetapi belum ada kelebihan dan kekurannya, jadi saya hanya ingin menambahkan sedikit materi tentang Kelebihan dan Kekurangan E-learning
BalasHapusKelebihan e-learning diantaranya:
a. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b. Siswa dapat belajar (me-review) bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
c. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, maka siswa dapat melakukan akses di internet.
d. Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
e. Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif.
f. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari Perguruan Tinggi atau sekolah konvensional dapat mengaksesnya.
Kekurangan dari model pembelajaran e-learning:
a. Kurangnya interaksi guru dengan siswa dan atar sesama siswa.
b. Proses lebih cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
c. Guru dituntut tidak hanya mengetahui cara belajar secara konvensional tetapi juga harus mengetahui tehnik belajar ICT.
d. Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar tinggi maka akan cenderung gagal.
e. Tidak semua tempat memiliki akses internet.
f. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan dalam pengoprasian komputer dan internet.
g. Kurangnya penguasaan personal dalam bahasa pemograman computer.
terima kasih saudara tessa atas tambahan materinya
HapusMenurut Anda apa keuntungan dari menggunakan e- learning
BalasHapusterima kasih saudari silmi atas pertanyaannya, ada banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan aplikasi e-learning. contohnya kita tidak tertinggal dengan perkembangan zaman, kita tidak perlu melakukan tatap muka langsung untuk mengadakan proses pembelajaran, waktu dan biaya yang di gunakan bisa di minimkan.
HapusSaya ingin menambahkan : Keunggulan e-learning
BalasHapusE-learning dapat dengan cepat diterima dan kemudian diadopsi adalah karena memiliki kelebihan/keunggulan sebagai berikut (Effendi, 2005) :
a. Pengurangan biaya
b. Fleksibilitas. Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama terhubung dengan internet.
c. Personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka.
d. Standarisasi. Dengan e-learning mengatasi adanya perbedaan yang berasal dari guru, seperti : cara mengajarnya, materi dan penguasaan materi yang berbeda, sehingga memberikan standar kualitas yang lebih konsisten.
e. Efektivitas. Suatu studi oleh J.D Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari pelajaran melalui metode e-learning meningkat sebanyak 25 % dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisional
f. Kecepatan
terima kasih saudari vini atas tambahan materi semoga bisa bermanfaat.
HapusSaya ingin menambahkan mengenai kendala dalam e-learning
BalasHapusKendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.
terima kasih saudari dea atas tambahan materi semoga bisa bermanfaat.
HapusSlot Machines, Table Games, and More: The Ultimate Guide
BalasHapusAs an oldie, the 경기도 출장샵 popularity of video slots became increasingly As a way to 청주 출장샵 get back to 평택 출장안마 a casino that's more 대전광역 출장샵 (via Game 의왕 출장안마 Variety, YouTube, Twitch,