Selasa, 14 Maret 2017

Media Pembelajaran Kimia

Pada postingan kali ini kami dari kelompok 3 mata kuliah media pembelajaran kimia akan mempostingkan salah satu contoh alat peraga yang bisa di gunakan untuk media pembelajaran kimia bagi anak SMA. Media kami buat ini cukup sederhana dan tidak memerlukan banyak waktu untuk membuatnya. jadi alat peraga ini cukup praktis untuk digunakan. Berikut adalah alat peraga yang kami buat:




Untuk lebih jelasnya mengenai alat peraga yang kami buat kalian dapat mengunjungi link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=xaQlhUs2vkM

22 komentar:

  1. assalamualaikum wr wb, menurut anda media yang seperti apa yang mampu menarik perhatian siswa untuk belajar serta membantu mereka dalam memahami suatu pokok bahasan yang akan disampaikan oleh guru,berikan contoh dalam pokok bahasan kimia?,terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam miranda, terima kasih atas pertanyaannya, menurut saya banyak media pembelajaran yang dapat membantu guru untuk menyampaikan materinya, seperti yang kami buat. kami membuat media pembelajaran power point yang sudah umum digunakan oleh sekolah-sekolah perkotaan. tetapi kami tidak hanya menyampaikan materi saja dalam artian tidak dalam bentuk tulisan saja, kami juga melengkapi dengan animasi-animasi yang berhubungan dengan materi agar siswa lebih tertarik dan tidak bosan saat pembelajran berlangsung.

      Hapus
  2. Saya ingin bertanya kepada saudara, apakah kendala yang mungkin terjadi jika kita menerapkan alat peraga ini di lingkungan sekolah perkotaan maupun di pedesaan ?
    Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih ester atas pertanyaanya. kendala yang mungkin akan timbul adalah jika alat peraga ini digunakan setiap tahunnya maka siswa akan merasa bosan dan tidak ada daya tarik lagi siswa akan alat raga yang kita buat.

      Hapus
    2. Bagaimana menurut saudara mengatasi kebosanan siswa tersebut, misalkan kita harus menganti media alat peraga tersebut, media apa yang harus kita gunakan,?

      Hapus
    3. itu tergantung dengan gurunya bagaiman ia bisa membuat siswa yang itu tertarik pada apa yang ia sampaikan. jika di suruh diganti medianya, media yang baik adalah salah satunya aplikasi phet.

      Hapus
  3. bagaimana jika sorang guru telah menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran, namun tujuan pembelajaran itu tidak tercapai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari haliza atas pertanyaanya, menurut saya itu alat peraga yang ia buat harus di evaluasi dan bisa jadi di buat ulang agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan bantuan alat peraga yang kita buat.

      Hapus
  4. saya ingin bertanya bagaimana jika seorang guru tidak mengerti mengenai media pembelajaran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari lutfi atas pertanyaannya, itu lah tugas seorang kepala sekolah untuk lebih mensosialisasikan aplikasi media pembelajaran agar baik guru maupun siswa mengerti dan paham dalam menggunakan palikasi media pembelajaran yang ada.

      Hapus
    2. Saya akan mencoba menjawab. Menurut saya seorang guru jika ingin tetap menggunakan media tersebut dia harus tetap belajar sampai paham tentang media tersebut. Jika tidak ingin belajar, lebih baik tidak menggunakan media tersebut.

      Hapus
  5. hello frandi, saya ingin bertanya apakah pada saat ini media alat peraga masih digunakan dalam media pembeljaran di sekolah pada krikulum k-13? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah, di sini saya ingin mencoba membantu menjawab pertanyaan dari saudara rostalinda. Menurut saya dalam k-13 alat peraga masih di gunakan. Itu tergantung dari materi apa yang akan kita ajarkan. Terimaksih

      Hapus
    2. hallo linda, terima kasih atas pertanyaannya dan terima kasih saudari lutvia atas jawaban pertanyaannya. sependapat dengan saudari lutvia bahwa alat peraga ini masih digunakan dalam K-13 karena tujuan alat peraga adalah untuk mempermudah seorang guru dalam penyampaian materi pembelajaran.

      Hapus
    3. Saya akan mencoba menambahkan. Penerapan K-13 masih tetap menggunakan alat peraga, tetapi di era modern seperti ini alat peraga biasanya digantikan dengan virtual lab atau aplikasi yang berkaitan.

      Hapus
  6. bagaimana jika ternyata alat peraga yang kita pilih atau kita gunakan tersebut membuat siswa menjadi bingung terhadap suatu materi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih dea atas pertanyaannya, kalau alat peraga yang kita buat itu malah membuat siswa kita bingung maka perlu di pertanyakan bagaimana guru itu membuat alat peraga tersebut. seharus nya alat peraga di buat untuk mempermudah siswa memahami dan mengerti suatu materi yang di sampaikan seorang guru.

      Hapus
  7. baiklah, saudari dhea saya akan mencoba menjawab pertanyaannya . . .saya rasa itu dapat dikatakan bahwa bukan lah sebuah alat peraga dan juga dapat dikatakan bahwa secara tak langsung seorang guru tersebut gagal dalam memilih sebuah alat peraga. yang mana seperti kitahui alat peraga tersebut memudahkan tujuannya bukan malah merumitkan/membingungkan. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudara yamin atas tambahan jawabannya

      Hapus
  8. saya ingin bertanya apakah kekurangan dan kelebihan dari menggunakan alat peraga tersebut, dan apakah alat peraga tersebut dapat efektif digunakan dimana saja, ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya alat peraga yang di buat ini memiliki kelebihan guru lebih mudah menyampaikan materinya daripada ia hanya menyampaikan dengan hanya teori. kekurangannya adalah kalau di ulang-ulang alat peraga ini akan terasa bosan.

      Hapus
  9. penggunaan alat peraga dipilih karena pada dasarnya siswa mengalami kesulitan membayangkan dan mengapresiasi suatu bentuk molekul yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata. Kesulitan siswa semakin tinggi, ketika mereka harus menghubungkan rumus-rumus penentuan bentuk suatu molekul kemudian menggambarkannya. Pada dasarnya anak belajar melalui benda/objek konkret. Untuk memahami konsep abstrak, anak-anak memerlukan benda-benda konkret(riil) sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Bahkan orang dewasa pun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu sering memerlukan visualisasi. Belajar anak akan dapat meningkat bila ada motivasi. Karena itu dalam pengajaran diperlukan faktor-faktor yang dapat memotivasi anak belajar, bahkan untuk pengajar. Misalnya : pengajaran supaya menarik, dapat menimbulkan minat, sikap guru dan penilaian baik, suasana sekolah menyenangkan, ada imbalan bagi guru yang baik, dan lain-lain. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipahami siswa itu akan melekat dan tahan lama bila siswa belajar melalui perbuatan dan dapat dimengerti, bukan hanya mengingat fakta.

    BalasHapus